Trump Batalkan Beban Tarif pada Banyak Negara, Sementara Cina Naikkan Hingga 125% -->

Trump Batalkan Beban Tarif pada Banyak Negara, Sementara Cina Naikkan Hingga 125%

Rabu, 09 April 2025, April 09, 2025

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan penangguhan pengenaan bea balasan pada hampir semua negara selama periode 90 hari atau tiga bulan lengkap, mencakup juga Indonesia yang tadinya mendapat bea sebanyak 32%.

Meskipun begitu, Trump masih menerapkan tarif tinggi terhadap China. Bahkan dia berencana meningkatkan tarif untuk China hingga 125% dari sebelumnya 104%, usai Tiongkok menyatakan tarif balasan ekstra terhadap AS pada hari Rabu tersebut.

"Berdasarkan ketidakpedulian China terhadap norma-norma pasar global, mulai saat ini saya meningkatkan tarif yang dikenakan AS pada impor dari China hingga 125%, sesuai laporan CNN, Jumat (10/4/2025)," tulis Trump melalui akun media sosialnya.

"Pada satu titik nanti, semoga dalam waktu dekat, Tiongkok akan mengenali bahwa masa menipu Amerika Serikat dan negara-negara lain sudah tidak bisa dilanjuti atau dibenarkan," tambah Trump.

Trump juga menyampaikan bahwa Meksiko dan Kanada akan dilepaskan dari tambahan tariff 10%. Akan tetapi, hampir semua produk impor dari kedua negara ini masih akan menghadapi bea masuk sebanyak 25%, kecuali jika mereka menyetujui Perjanjian USMCA. Meski demikian, hal tersebut tidak mencakup beberapa jenis tarif spesifik pada industri tertentu yang sudah diimplementasikan oleh Trump.

Trump menganggap bahwa tarif yang tinggi pada dasarnya masih akan berlaku. Dia menyatakan bahwa penahanan pemberian tarif dilakukan karena banyak negara menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi secara positif dengan Amerika Serikat.

"Semua belum selesai, namun kita punya semangat luar biasa dari negeri lain seperti China. Mereka berkeinginan untuk mencapai suatu kesepakatan, tapi masih bingung tentang caranya," jelas Trump.

Sebelumnya, Donald Trump menerapkan tarif awal 10 persen pada seluruh barang yang diimpor ke negerinya. Lebih dari itu, Trump juga menetapkan cukai tinggi kepada beberapa negara, bahkan mencakup mitra perdagangan utama Amerika Serikat.

Di antara deretan negara-negara yang menghadapi tarif minimum dan cukai impor lebih tinggi, Indonesia dicatatkan menerima tarif balasan (reciprocal) senilai 32%. Angka tersebut disebut oleh Trump berdasarkan laporan perdagangan AS.

TerPopuler