Setelah menyambut Idul Fitri, biasanya pola makannya serta cara hidup kita akan mengalami perubahan yang signifikan.
Agar tetap sehat setelah Lebaran, dokter spesialis penyakit dalam dengan keahlian di bidang endokrinologi metabolisme dan diabetes, Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, menyarankan ada tiga hal penting yang perlu dikerjakan.
Ini dilakukan agar dapat menjaga berat badan tidak naik dan terhindar dari masalah kesehatan yang bisa timbul.
Agar tetap bugar pasca Lebaran, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, yaitu menyesuaikan pola makannya dengan prinsip Jumlah, Jenis, dan Jadwal (3J), melakukan olahraga secara konsisten, serta memastikan konsumsi obat sesuai anjuran untuk mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu," jelas Prof. Yunir pada hari Selasa (8/4/2025) melalui laporan dari Antara.
Polanya makanan yang sehat menggunakan konsep 3J
Terkait dengan kebiasaan makan, Prof. Yunir menggarisbawahi kesesuaian dalam pengendalian asupan dari jenis-jenis hidangan berlemak serta berkolestrol misalnya oposisi ayam, rendang, serta camilan Lebaran.
Menurut dia, mengonsumsi lebih dari 500 kalori setiap harinya bisa membuat bobot bertambah hingga kira-kira 0,5 kg dalam seminggu.
Di samping itu, perlu juga untuk memilih jenis makanan yang membantu dalam proses menurunkan berat badan, misalnya karbohidrat dengan serat tinggi, lemak baik, serta asupan protein yang mencukupi.
Karbohidrat berfiber tinggi seperti nasi merah serta umbi-umbian idealnya menyumbang 45–65% dari jumlah total kalori harian, sedangkan lemak sehat seperti buah alpukat dan jenis ikan harus memenuhi 20–25% dari keseluruhan konsumsi energi yang berasal dari lemak.
Profesor Yunir pun merekomendasikan untuk memastikan kebutuhan protein terpenuhi dengan mengonsumsi antara 1-2 gram per kilogram berat badan setiap harinya, misalnya melalui daging ayam, tempe, serta telur.
Di samping itu, diketahui pula bahwa mengurangi konsumsi makanan dengan lemak jenuh dan kadar kolesterol yang tinggi, membatasi pengambilan garam (di bawah 1,5-2 gram sehari), serta meningkatkan jumlah serat dalam diet (antara 20-35 gram setiap harinya) sangat direkomendasikan.
"Jangan lupa, kita perlu menentukan jadwal makan tiga kali sehari dengan porsi yang tepat, dan juga menyisihkan waktu untuk cemilan sehat seperti buah-buahan," katanya.
Latihan fisik teratur
Di samping mengatur asupan makanan, berolahraga pun merupakan elemen krusial dalam membentuk gaya hidup yang bugar.
Prof. Yunir mengusulkan latihan fisik setidaknya selama 30-45 menit untuk satu kali sesi, yang keseluruhan harus mencapai 150 menit dalam seminggu.
Gerakan olahraga sederhana yang bisa dikerjakan di dalam rumah, misalnya berlari kecil, atau naik turun anak tangga, dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh Anda. jumping jacks, squat, dan wall push-up , bisa membantu memelihara kesehatan tubuh setelah Lebaran.
Kejadian meminum obat dengan tepat untuk mereka yang mengidap penyakit
Untuk orang yang memiliki masalah kesehatan spesifik, misalnya tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, atau kadar kolesterol berlebih, mematuhi penggunaan obat-obatan sangatlah vital.
Prof. Yunir menekankan pentingnya mematuhi petunjuk penggunaan obat dari dokter untuk mendukung keseimbangan metabolisme dalam tubuh serta menghindari risiko komplikasi yang berbahaya.
Apabila seseorang merasakan pusing yang parah, kesulitan bernapas, rasa sakit di dada, atau bingung, langsung kunjungi rumah sakit guna mencegah dampak buruk seperti strok atau serangan jantung.
Lainnya gejalanya, misalnya merasa lesu, sering kantuk, atau hilang kesadaran, harus juga diperhatikan dengan baik. Ini mungkin menandakan adanya kondisi hipoglikemia yang memerlukan pengecekan medis cepat.
Resiko Penyakit Kardiovaskular Pasca Idul Adha
Prof. Yunir menekankan bahwa kebiasaan memakan makanan tanpa pengendalian saat menyambut Idul Fitri bisa membahayakan dan meningkatkan peluang terserang penyakit jantung dan pembuluh darah.
Seiring dengan Bulan Ramadhan, tubuh akan menjalani perubahan metabolisme yang bermanfaat, termasuk peningkatan dalam hal menurunkan berat badan, mengatur kadar kolesterol, mempertahankan tingkat gula darah stabil, serta meredakan tekanan darah.
Akan tetapi, perubahan diet secara signifikan setelah Lebaran bisa mengakibatkan pertambahan bobot, tekanan darah tinggi, kenaikan glukosa dalam darah, dan pengendapan kolesterol yang semua hal tersebut memiliki potensi untuk memperbesar kemungkinan terkena gangguan jantung dan pembuluh darah.
Dengan menata pola makan, secara teratur melakukan olahraga, serta mematuhi penggunaan obat-obatan, Prof. Yunir ingin agar masyarakat bisa merawat kondisi fisik mereka setelah Lebaran dan terbebas dari masalah kesehatan yang lebih parah.