Pemimpin oposisi dari Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengumumkan pencalonannya sebagai calon presiden pada hari Kamis tanggal 10 April 2025. Menurut survei opini publik, Lee merupakan kandidat yang berada di posisi pertama untuk memegang jabatan puncak di Korea Selatan.
Ia bersumpah akan mengutamakan peningkatan ketimpangan dan kemajuan ekonomi.
Pesta Pemilu Presiden di Korea Selatan terjadwalkan pada tanggal 3 Juni 2025 setelah penurunan jabatan presiden sebelumnya dari Korea Selatan, Yoon Suk Yeol.
Kritikus konservatif sudah memberikan peringatan tentang potensi kerusakan aliansi antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) akibat adanya oposisi. Mereka juga menyebut ancaman pada hubungan yang lebih baik dengan Jepang. Namun demikian, Lee berjanji akan menggunakan strategi praktis dalam menangani urusan diplomatik Korea Selatan-AS.
"Dengan pandangan yang rasional, koalisi antara Korea Selatan dan Amerika Serikat sangat berarti, serta kolaborasi tiga pihak melibatkan Korea Selatan, AS, dan Jepun juga penting. Prinsipnya tetap bahwa kepentingan nasional Republik Korea harus menjadi fokus terdepan," jelas Lee seperti dilansir Reuters pada hari Kamis kemarin.
Perlu diingat bahwa Lee kalah dari Yoon dengan perbedaan suara yang sangat kecil dalam Pemilihan Presiden Korea Selatan tahun 2022. Meskipun demikian, setelah menjadi ketua Partai Demokrat liberal pada tahun 2024, Lee berhasil mendapatkan kemenangan besar dalam pemilu anggota dewan dan menerima dukungan signifikan dari kelompok pemilih berhaluan liberal.
Pada hari Rabu, tanggal 9 April 2025, Lee memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai ketua partai oposisi terkemuka dan berencana untuk pindah ke tahap kampanye pilpres di Korea Selatan.
Pada saat yang sama, survei Gallup mengindikasikan bahwa Lee adalah calon terdepan untuk posisi presiden selanjutnya dengan tingkat dukungan mencapai 34%. Di sisi lain, mantan Menteri Tenaga Kerja berumur 73 tahun, Kim Moon-soo, hanya memperoleh dukungan sebesar sembilan persen.
Partai konservatif mempunyai kesempatan besar untuk maju sebagai calon presiden. Sementara itu, partai penguasa, Partai Kekuatan Rakyat, bersiap melakukan konfirmasi kandidat mereka lewat pemilihan awalan di bulan Mei tahun 2025.