, BANTUL — Bawaslu Bantul menyelenggarakan serangkaian acara untuk memperingati HUT ke-17 Bawaslu yang bertepatan dengan hari Rabu (8/4/2025).
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, mengatakan bahwa berdasarkan Surat Edaran Bawaslu No. 21 Tahun 2025, setiap Bawaslu di wilayahnya harus menjalankan beberapa aktivitas guna memperingati HUT ke-17 Bawaslu.
Temanya untuk peringatan hari ulang tahun yang ke-17 Bawaslu adalah 'Bawaslu Tetap Menjaga Demokrasi dengan Tegas,' ucapnya saat berbicara dengan para jurnalis pada hari Selasa, tanggal 7 April 2025.
Serangkaan acara di Bawaslu Bantul dimuali dengan upacara apel bagi para pengawas tingkat kabupaten, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan silaturahmi bersama pemimpin dari masa jabatan sebelumnya, disusul oleh kompetisi memasak dan menyusun nasi goreng, serta ditandai pula dengan perayaan tasyakur yang akan berlangsung di kantor Bawaslu Bantul pada tanggal 15 April 2025 mendatang.
Pada momen memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-17 kali ini, berbagai ucapan penghargaan dan apresiasi atas kerja sama diberikan kepada beberapa pihak terlibat di antaranya Lurah Guwosari, Tokoh Gerakan Masyarakat Kampung Terong dalam Program Pemberdayaan Mandiri Keluarga (APU), Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul beserta wakil dari Forum Jurnalis Bantul.
"Sejalan dengan tema peringatan hari jadi kali ini yang menekankan pada pengawasan terus menerus atas demokrasi, Bawaslu Bantul niscaya akan tetap bertahan dalam komitmennya untuk memonitor jalannya demokrasi di wilayah kabupaten Bantul," ungkapnya.
Komitmennya untuk menjaga demokrasi sudah dibuktikan melalui pemantauan Pilpres dan Pilkada serentak tahun 2024 kemarin di mana peranan Bawaslu Bantul sangat menonjol selama tahap pencegahan, pengawasan serta tindak lanjut atas pelanggaran.
"Setelah pemilu dan pemilihan, Bawaslu Bantul masih akan berkontribusi pada pengawalan demokrasi dengan meningkatkan supervisi partisipatif di kalangan masyarakat," ungkapnya.
Satu fokus lainnya ada pada penguatan kampanye anti suap dalam rangkaian pelaksanaan Pemilihan Lurah di desa-desa APU. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama di kalarahan yang sudah menyatakan diri menjadi bagian dari program Desa APU, dengan tujuan untuk menjaga integritas proses Pilurnya pada tahun 2026 nanti.
Pastinya, Komisi Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul akan mendorong Dinas Penyuluhan Masyarakat dan Kelurahan di Kabupaten Bantul beserta Pemerintah Kelurahan lokal agar dengan tekun menciptakan proses pemilihan kepala kelurahan tanpa adanya praktik suap atau money politics.
"Harapannya dengan adanya Gerakan Anti Politik Uang ini bisa membentuk proses demokrasi yang bersih dan bermartabat dimulai dari tingkat desa," tegasnya.