Laporan Oleh Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
, KUTACANE - Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry menggarisbawahi kesepakatan warga di Kabupaten Aceh Tenggara dalam upaya memelihara keberlangsungan hutan lindung serta area Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) — yang terkenal dengan sebutan paru-paru bumi ini.
Akan tetapi, dia menggarisbawahi kebutuhan dukungan dari pihak pemerintah dan komunitas internasional supaya orang-orang yang merawat hutan pun dapat mencapai kesejahteraan.
Setuju kita memelihara hutan namun masyarakat tidak boleh kelaparan. Saya selaku Bupati Aceh Tenggara ingin mengajukan permohonan ini kepada Pemerintahan Nasional lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dan gubernurnya Aceh serta lingkungan internasional diminta menyediakan kompensasi dalam bentuk dana karbon bagi warga," jelas Salim Fakhry mengatakan hal tersebut. , Kamis (10/4/2025).
Menurut dia, kurang lebih 16% tanah di Aceh Tenggara sudah digunakan oleh warga setempat, mencakup area perkantoran serta sarana kesehatan.
Pada saat yang sama, sekitar 84 hingga 86 persen area hutan masih utuh dan tak tersentuh oleh aktivitas manusia.
Jadi, kita setuju untuk melindungi hutan demi keseimbangan alam. Namun, harus dihindari situasi di mana masyarakat diminta untuk merawatnya tanpa ada arus dana karbon yang mencapai mereka.
Hal ini harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, serta masyarakat internasional," tegasnya. (*)